Senin, 10 Juni 2013

Peran dan Manfaat Antioksidan Bagi Kulit Kita

Peran dan manfaat antioksidan bagi kulit kita


manfaat antioksidan
Antioksidan alami yang kita dapatkan dari makanan tertentu memiliki manfaat sebagai pencegah kerusakan jaringan kulit dan membantu proses peremajaan kulit.
Oleh sebab itu banyak produsen perawatan kulit meningkatkan antioksidan dalam produk mereka. Sebenarnya apa saja keuntungan yang bisa kita dapat dari antioksidan?
Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan, mulai dari kesehatan tubuh hingga peranannya dalam dunia kecantikan. Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan baca beberapa informasi terkait di bawah ini.
Berikut adalah peran serta manfaat antioksidan bagi kulit kita seperti dirangkum dari berbagai ahli perawatan kulit.
1. Berguna sebagai tabir surya
Antioksidan dikenal mengandung vitamin A, C dan E yang seluruhnya baik untuk kesehatan. Ketiganya berperan penting dalam proses peremajaan sel kulit mati yang diakibatkan karena paparan sinar matahari.
Selain itu antioksidan juga dikenal berkhasiat dalam meminimalisir terjadinya kerusakan pada kulit yang disebabkan oleh radikal bebas, polusi dan pencemaran pada lingkungan.
Dengan mengkonsumsi buah atau sayuran berantioksidan tinggi maka kita bisa melindungi kulit dari dalam, fungsi ini tidak kalah pentingnya dengan pelindung luar yang sering kita anggap terdapat pada produk pelembab.
2. Pencegah radikal bebas
Saat seseorang terkena radikal bebas maka kulit akan mengalami kerusakan dan proses penuan dini mulai terjadi. Bahaya radikal bebas bukan hanya berpengaruh pada kulit namun juga dapat menurunkan metabolisme tubuh.
Radikal bebas ini menyebabkan tubuh mengalami kelebihan oksigen dan memicu terjadinya oksidasi. Saat proes oksidasi ini berlangsung, maka sel akan mengalami kerusakan dan mengganggu organ jantung.
Oksidasi inipun diketahui dapat menyebabkan munculnya serangan kanker kulit.
3. Memperlambat penuaan dini
Seperti yang pernah dinyatakan dalam beberapa artikel terdahulu bahwa penuaan dini pada umumnya disebabkan karena adanya paparan sinar matahari, faktor genetik dan lingkungan.
Ketiga hal tersebut dapat mengurangi kadar kolagen dalam tubuh dan menyebabkan munculnya kerutan serta menurunkan tingkat elastisitas pada kulit.
Antioksidan hadir sebagai media yang digunakan tubuh dalam memproduksi kolagen. Kolagen sendiri merupakan suatu zat yang membuat kulit tetap kencang dan bebas kerutan atau tanda penuaan dini lainnya.
Dengan mengkonsumsi makanan yang memiliki antioksidan diharapkan kolagen dapat tetap diproduksi dalam kadar yang tepat.
4. Mencegah kerusakan kulit
Kerusakan pada kulit bisa disebabkan oleh faktor luar dan dalam. Faktor dari luar meliputi sinar matahari, pencemaran lingkungan, angin dan lain sebagainya.
Sedangkan faktor internal biasanya terjadi akibat stress, kadar oksigen yang terlalu banyak, kekurangan gizi dan turunnya metabolisme tubuh.
Dengan mengkonsumsi makanan yang memiliki antioksidan tinggi seperti jeruk dan tomat, maka kekebalan tubuh akan meningkat dan dapat menangkal segala kerusakan yang disebabkan oleh faktor-faktor di atas.

sumber:

Minggu, 12 Mei 2013

32 Persen Orang Indonesia Sakit Hipertensi

Kompas.com - Hipertensi alias tekanan darah tinggi meski tidak menunjukkan gejala namun merupakan penyebab utama penyakit stroke, gagal jantung, gagal ginjal, hingga mati muda. Di seluruh dunia, diperkirakan satu miliar orang menderita hipertensi, sedangkan di Indonesia angkanya mencapai 32 persen. 

Masih banyaknya masyarakat dunia yang kurang menyadari ancaman hipertensi mengundang keprihatinan. Apalagi menurut WHO, hampir sebagian besar orang yang menderita hipertensi ada di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang. Hipertensi yang tidak terkontrol akan menimbulkan beban kesehatan yang besar. 

Jumlah penderita hipertensi di Indonesia pada tahun 1995, baru sekitar 5 persen dari populasi. Survei tahun 2008 yang dilakukan WHO menemukan angkanya sudah melonjak menjadi 32 persen. Tekanan darah tinggi umumnya lebih banyak diderita laki-laki. 

Menurut Dr.Khancit Limpakarnjanarat, perwakilan WHO untuk Indonesia, peningkatan jumlah pasien hipertensi yang tinggi tersebut juga terjadi di India.

"Pada tahun 1960-an jumlahnya masih 5 persen, lalu menjadi 12 persen di tahun 1990-an, dan meningkat menjadi 32 persen di tahun 2008," katanya dalam peringatan Hari Kesehatan Sedunia di kantor Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Kamis (4/4/13).

Tekanan darah dipandang normal jika berada pada kisaran di bawah 120/80 mmHg. Anda dianggap menderita hipertensi bila tekanan darah 140/90 mmHg ke atas.

Penderita tekanan darah tinggi berisiko dua kali lipat menderita penyakit jantung koroner. Risiko penyakit jantung menjadi berlipat ganda apabila penderita tekanan darah tinggi juga menderita diabetes, hiperkolesterol, dan merokok.

Khancit menyebutkan, perbaikan pola hidup menjadi cara untuk mencegah komplikasi penyakit. Obat-obatan juga bisa membantu mengendalikan tekanan darah bilamana diperlukan.

"Kesadaran tiap individu harus ditingkatkan. Antara lain dengan melakukan pengukuran tensi secara berkala. Modifikasi pola makan dengan mengurangi garam juga membantu," katanya


Mau mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi??
.

Jumat, 03 Mei 2013

KESEHATAN JANTUNG


Jantung merupakan organ yang sangat vital pada tubuh manusia. Jantung selalu berdetak selama manusia masih hidup dan akan berhenti setelah manusia meninggal dunia. Ketika jantung tidak bisa lagi berfungsi secara normal akan mengakibatkan penyakit yang sangat parah dan aktivitas tidak bisa berjalan seperti biasanya. Berikut ini artikel kesehatan jantung dan mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca.

Artikel Kesehatan Jantung : Apakah Jantung Itu?
Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.

Artikel Kesehatan Jantung : Mengenal Penyakit Jantung

Penyakit-penyakit dapat mempengaruhi bagian mana pun dari jantung. Tetapi, penyakit yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis.
Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.


Kesehatan JantungBahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.

Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.

Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

Artikel Kesehatan Jantung : Gejala Penyakit Jantung
Gejala-gejala yang dirasakan jika mengalami penyakit jantung koroner antara lain rasa sakit atau nyeri di dada di mana kebanyakan orang menyangka itu hanya sebagai gangguan pencernaan. Lalu gejala lain yaitu merasa tertekan di tengah dada selama 30 detik sampai 5 menit. Hal lainnya adalah keringat dingin, berdebar-debar, pusing, dan merasa mau pingsan. Gejala ini tidak selalu dirasakan penderitanya. Tanda peringatan lain adalah napas tersengal-sengal pada saat berolahraga.

Selama beberapa bulan sebelum serangan jantung biasanya penderita penyakit jantung sering merasa sangat lelah. Jangan menganggap gejala ini disebabkan oleh kurang tidur dan stres akibat pekerjaan.

Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, yang disebut angina, memberikan peringatan kepada setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya, mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner.

Biasanya beberapa hari menjelang mengalami serangan jantung hebat, seseorang akan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan. Serangan jantung ringan umum terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.

Artikel Kesehatan Jantung : Mengatasi Penyakit Jantung
Jika Anda merasakan gejala awal penyakit jantung ataupun pernah mengalami serangan jantung ringan, jangan abaikan itu. Anda sangat membutuhkan penanganan dini oleh personel medis yang terlatih. Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah dan bahkan dapat menghindari akibat yang lebih fatal seperti kematian.

Namun jika gejala serangan jantung mulai terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Risiko kematian terbesar dari serangan jantung adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan jantung. Perawatan yang cepat dan tepat dari tim medis dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis karena merasa takut dianggap mengada-ada.

Bila telah terjadi penyumbatan, tindakan medis yang umumnya diambil adalah dengan pemasangan kateterisasi dan cincin yang menjaga agar pembuluh darah koroner tidak tersumbat. Tetapi, ada kemungkinan terjadi penyumbatan pada pembuluh lainnya.


www.artikelbagus.com